1 days

Tepat di tanggal 19 Juli 2023 atau bertepatan 1 Muharam saya dan teman-teman berangkat dari rumah masing-masing yang di Pontianak menuju tempat KKL yang di mana berada di Padang tikar kecamatan batu ampar, di mana hari tersebut kami akan berkumpul di kediaman nurfaiza dan nurhisnawati tepatnya di Kuala 2.
Yang janjinya akan berkumpul di rumah iza dan isna sekitar pukul 07.00 pagi malah ngaret jam 08.00 baru berangkat lagi ke rasau.
Saya sendiri berangkat dari rumah Ambawang sekitaran jam 05.30 juga ngaret gegara sebelum berpisah selama 45 hari teman-teman dekat atau bestie saya ngajak bertemu sebentar di kediaman feli dan di sana sudah ada Fitri dan ini lah awal saya ngaret gegara nunggu dia dan juga sibuk foto-foto di kata perpisahan nya lama kata mereka, karena selama kamu berteman kami selalu bersama dan jika memang berpisah tidak akan lama dan ini baru pertama kalinya kami berpisah lama.
Tepat jam 07.00 saya berangkat ke Kuala dua kerumah Isna dan iza bersama Feli kenapa kami sama-sama berangkatnya karena kami satu arah bakalan ngumpul di Kuala 2.
Sesampainya di rumah isna dan iza ternyata di sanak sudah ramai teman-teman yang berkumpul, dan tepat di jam 08.00 kami berangkat dari Kuala 2 menuju ke rasau jaya, dan jm 10.00 kami semua berangkat dari rasau menuju Padang tikar tempat kediaman kamu selama 41 hari dalam rangka melaksanakan KKL.
Sekitaran jam 1 atau 2 siang kami smpai k Padang tikar dan langsung menuju posko masing-masing, sempainya ke posko 2 kami langsung bersih-bersih posko, tidak lama dari itu saya izin pergi pulang kerumah dengan alasan ingin mengambil beras pesanan untuk kedua posko kami, tetapi sebenarnya saya ada maksud lain yaitu mengambil baju dan mandi, selesai magrib baru saya pulang ke posko lagi, baru lanjut ke posko 1 lagi untuk kami langsung berifing.
Selama briving kami bincang-bincang apa yang akan di bahas selanjutnya dan membahas posko 2 yang kelewat kotor di Medan mas dan hingga Helmi memberikan saran untuk pindah posko yang di dekat SD 02 yang bertepatan di wilayah Padang tikar. 
Hingga berakhir dengan ketegangan dan kesedihan, dan kami kembali tidur di rumah kak Fira.

Komentar