Manajemen Kelas

NAMA : MIFTAKHUL KHALISA
NIM : 120011254
KELAS : 4/G PAI
MAPEL : MAGANG 1
PERTEMUAN : KE-3
MANAJEMEN KELAS
A. Pengertian manajemen kelas
Manajemen kelas merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya dengan tujuan pembelajajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Manajemen adalah serangkaian kegiatan atau tindakan proses pembelajaran. Manajemen kelas merupakan persyaratan penting untuk menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas, karena manajemen kelas serangkaian perilaku guru dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik dan nyaman. Keefektifan kelas itu sangat tergantung kepada bagaimana seorang guru memahami berbagai aspek pelaksanaan. Kelas merupakan semua tempat yang dapat digunakan dan diakses oleh guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Dalam hal ini, inovasi tidak bisa di anggap sepele, setiap manajemen kelas harus lah berinovasi dalam bidang pendidikan harus terus di galakkan, ide-ide tentang peningkatan kinerja manajemen kelas harus di tingkatkan guna menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam bidang bidang pendidikan. Adapun inovasi dalam bidang pendidikan yang harus di tingkatkan seperti:
1. Kurikulum, kurikulum sangat penting, karena kurikulum yang akan mengatur serta mengarahkan agar tujuan pendidikan tercapai.
2. Metode mengajar, metode pengajaran sangatlah penting pada proses pendidikan dimana metode ini membuat seorang pendidik akan lebih mudah dalam menyampaikan materi yang diajarkan dan peserta didik akan lebih mudah memahami materi tersebut sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai secara efektif dan efisien.
3. Media pembelajaran, media pembelajaran ini tidak kalah penting dengan metode mengajar. Media pembelajaran berperan penting untuk meningkatkan minat belajar siswa selain itu media pembelajaran ini dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran.
4. Administrasi pendidikan, yaitu mempersiapkan situasi disekolah agar pendidikan dan pengajaran terlaksana dengan baik
5. Strategi pembelajaran, dengan strategi pembelajaran seorang guru akan mudah dalam menentukan informasi serta mengelolah tahapan pembelajaran yang akan dilakukan secara efektif.
B. Tujuan
Secara umum manajemen kelas dimanfaatkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang dapat memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Penerapan manajemen kelas produknya dinamis sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan manajemen kelas antara lain:
1. Agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien;
2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya;
3. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupusebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
4. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
5. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
6. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya
tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu meningkatkan proses belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi siswa.
C. Prinsip- prinsip
Prinsip-prinsip manajemen kelas yang dikemukakan oleh Djamarah adalah sebagai berikut:
a. Hangat dan antusias merupakan salah satu peinsip yang diperlukan dalam proses belajar dan mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan manajemen kelas.
b. Tantangan Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
c. Bervariasi Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya manajemen kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
d. Keluwesan Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mecegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pembelajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.
e. Penekanan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yangpositif dari pada mengomeli tingkah laku yang negatif,. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
f. Penanaman disiplin diri Tujuan akhir dari manajemen kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru hendaknya menjadi teladan mengendalaikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin ana didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.
g. Stabilitas emosi yang stabil, Yaitu guru harus bisa menjaga emosi nya dan sabar dalam melatih perseta didik.
h. Optimisme dan Percaya diri, Yaitu diharapkan guru punya rasa kepercayaan diri yangkuat dalam mengajar.
i. Keserderhanaan (penampilan dan pakaianan)
j. Adil yaitu seorang guru harus menyamakan peserta didik tanpa bembedakan gender nya yang kaya maupun siswa yang miskin, yang pintar mapun yang bodoh, adil dalam memberikan nilai.
k. Humoris yatu seorang guru harus bisa membawa suasana belajar yang santai tidak kaku, kadangkadang ada suatu cerita yang membuat anak didik tertawa.

Komentar